Mengurus Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan atau SKTTK bukan sekadar melengkapi dokumen lalu menunggu sertifikat diterbitkan. Proses sertifikasi berkaitan dengan kesesuaian kompetensi, bidang dan subbidang pekerjaan, hingga uji kompetensi. Karena itu, memahami kesalahan mengurus SKTTK sejak awal dapat membantu tenaga teknik mempersiapkan proses sertifikasi dengan lebih tepat.
5 Kesalahan Saat Mengurus SKTTK yang Perlu Dihindari
Permen ESDM No. 6 Tahun 2021 mengatur standardisasi kompetensi tenaga teknik berdasarkan bidang dan subbidang pekerjaan pada usaha ketenagalistrikan. SKTTK juga disusun dengan memperhatikan jenjang kualifikasi, tingkat kesulitan pekerjaan, sifat pekerjaan, dan tanggung jawab yang dijalankan.

Artinya, kesalahan sejak menentukan kompetensi yang akan disertifikasi dapat memengaruhi keseluruhan proses berikutnya.
1. Memilih Bidang dan Subbidang Secara Asal
Bidang dan subbidang SKTTK sebaiknya disesuaikan dengan pekerjaan serta kompetensi yang dimiliki. Pemilihan berdasarkan nama jabatan saja belum tentu cukup karena klasifikasi kompetensi ketenagalistrikan memang dibangun berdasarkan bidang dan subbidang pekerjaan.
Sebelum mengajukan, periksa kembali jenis pekerjaan yang dijalankan, jenjang kualifikasi, serta standar kompetensi yang relevan. Dengan begitu, sertifikat yang diperoleh memiliki keterkaitan yang jelas dengan kompetensi tenaga teknik.
2. Menganggap Pengalaman Kerja Sudah Sama dengan Sertifikasi
Pengalaman kerja memang dapat menjadi bagian dari latar belakang kompetensi, tetapi tidak menggantikan proses sertifikasi.
Ditjen Ketenagalistrikan menjelaskan bahwa pengakuan kompetensi dilakukan melalui uji kompetensi untuk kemudian memperoleh sertifikat kompetensi. Proses tersebut mengacu pada klasifikasi bidang dan subbidang serta standar kompetensi ketenagalistrikan.
Jadi, pengalaman bertahun-tahun di lapangan tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari profil kompetensi, bukan dianggap sebagai pengganti SKTTK.
3. Membiarkan Data dan Dokumen Tidak Konsisten
Selanjutnya, adalah tidak memeriksa kembali data yang digunakan saat mengajukan sertifikasi. Identitas, pendidikan, riwayat pekerjaan, serta informasi kompetensi perlu disiapkan secara konsisten.
Dokumen yang tidak sesuai dapat membuat proses pemeriksaan membutuhkan klarifikasi atau perbaikan. Karena itu, jangan hanya mengumpulkan dokumen sebanyak mungkin. Pastikan setiap dokumen memang mendukung data dan kompetensi yang diajukan.
4. Tidak Mempersiapkan Diri untuk Uji Kompetensi
Mengurus SKTTK bukan proses administratif semata. Uji kompetensi merupakan bagian penting dalam pengakuan kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Ditjen Ketenagalistrikan menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi dilakukan melalui uji kompetensi sebelum sertifikat kompetensi diterbitkan.
Karena itu, tenaga teknik perlu memahami standar kompetensi yang menjadi dasar sertifikasinya. Persiapan akan lebih terarah jika dilakukan dengan memahami pekerjaan, pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab yang berkaitan dengan kompetensi tersebut.
5. Baru Memeriksa SKTTK Saat Akan Digunakan
Memiliki SKTTK bukan berarti masa berlakunya bisa diabaikan. Perusahaan dan tenaga teknik sebaiknya mencatat masa berlaku sertifikat serta memeriksa statusnya secara berkala.
Hal ini terutama penting ketika SKTTK diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik dalam kegiatan usaha ketenagalistrikan. Pemeriksaan lebih awal memberi waktu untuk menindaklanjuti kebutuhan sertifikasi atau perpanjangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: SKTTK Bidang Pembangkit Tenaga Listrik, Pahami Sub-bidangnya!
Bagaimana Agar Pengurusan SKTTK Lebih Terarah?
Sebelum mengajukan sertifikasi, lakukan pemeriksaan sederhana:

- Tentukan bidang dan subbidang kompetensi sesuai pekerjaan.
- Pastikan jenjang kualifikasi yang dipilih sesuai dengan kompetensi.
- Cocokkan identitas, pendidikan, dan dokumen pendukung.
- Pahami standar kompetensi yang menjadi dasar sertifikasi.
- Siapkan diri untuk mengikuti uji kompetensi.
- Catat masa berlaku sertifikat setelah SKTTK diterbitkan.
Langkah tersebut membantu memisahkan dua hal yang sering dianggap sama, yaitu kelengkapan administrasi dan pembuktian kompetensi. Keduanya memiliki peran masing-masing dalam proses sertifikasi tenaga teknik.
Jangan Biarkan Kesalahan Administratif Menghambat Sertifikasi
Kesalahan mengurus SKTTK dapat bermula dari hal sederhana, seperti memilih bidang kompetensi yang kurang sesuai atau membiarkan data dokumen tidak konsisten.
Di sisi lain, pemohon juga perlu memahami bahwa sertifikasi bertujuan memberikan pengakuan terhadap kompetensi tenaga teknik berdasarkan standar yang berlaku. Permen ESDM No. 6 Tahun 2021 menempatkan SKTTK sebagai standar yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian, serta sikap kerja yang relevan dengan tugas dan persyaratan jabatan.
Jika Anda membutuhkan bantuan dalam proses pengurusan SKTTK, tim izinusaha.net dapat membantu memeriksa kebutuhan sertifikasi, menyesuaikan dokumen, dan mengarahkan proses pengajuan berdasarkan bidang kompetensi yang diperlukan.
FAQ
Apa kesalahan yang sering terjadi saat mengurus SKTTK?
Salah satunya adalah memilih bidang, subbidang, atau jenjang kompetensi yang tidak sesuai dengan pekerjaan dan kompetensi yang akan disertifikasi.
Apakah pengalaman kerja saja cukup untuk mendapatkan SKTTK?
Tidak. Pengalaman kerja tidak menggantikan proses sertifikasi dan uji kompetensi yang menjadi bagian dari pengakuan kompetensi tenaga teknik.
Apa yang perlu diperiksa sebelum mengajukan SKTTK?
Periksa kesesuaian bidang dan subbidang, jenjang kompetensi, identitas, pendidikan, dokumen pendukung, serta kesiapan mengikuti uji kompetensi.

