SKTTK Distribusi Tenaga Listrik, Pahami Hal Berikut Sebelum Mengurusnya

SKTTK Distribusi Tenaga Listrik

SKTTK distribusi tenaga listrik berkaitan dengan kompetensi tenaga teknik yang bekerja pada bidang distribusi tenaga listrik. Bidang ini mencakup berbagai pekerjaan, mulai dari konsultansi, pembangunan dan pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pengoperasian, hingga pemeliharaan instalasi distribusi.

Karena itu, sertifikasi perlu disesuaikan dengan pekerjaan dan kompetensi yang dijalankan, bukan sekadar memilih sertifikat dengan nama distribusi.

Memahami Distribusi dalam Sertifikasi Tenaga Teknik

Distribusi merupakan salah satu bidang dalam ketenagalistrikan yang memiliki standar kompetensi tersendiri. Permen ESDM Nomor 6 Tahun 2021 hadir sebagai dasar standardisasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan yang baru, sekaligus mencabut regulasi lama yaitu Permen ESDM Nomor 46 Tahun 2017.

Dalam konteks sertifikasi, distribusi tidak berdiri sebagai satu jenis pekerjaan saja. Standar kompetensinya dibedakan secara spesifik menurut fungsi pekerjaan dan okupasi.

Karena itu, tenaga teknik yang menangani pengoperasian jaringan distribusi memiliki kebutuhan standar kompetensi yang berbeda dengan personel yang melakukan pemeriksaan, pemasangan, ataupun pemeliharaan.

Pekerjaan Apa Saja yang Berkaitan dengan Distribusi Tenaga Listrik?

Sebelum mengurus sertifikasi, pahami dulu pekerjaan yang dijalankan. Pada bidang distribusi tenaga listrik, standar kompetensi mencakup beberapa kelompok pekerjaan, yaitu:

  • Konsultansi
  • Pembangunan dan pemasangan
  • Pemeriksaan dan pengujian
  • Pengoperasian
  • Pemeliharaan

Masing-masing kelompok memiliki standar kompetensi dan okupasi yang berbeda. Data pemetaan standar kompetensi berdasarkan Permen ESDM 6/2021 menunjukkan bahwa bidang distribusi memiliki ratusan standar kompetensi dan sejumlah okupasi pada kelompok pekerjaan tersebut.

Hal ini penting karena kebutuhan sertifikasi tenaga teknik tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jabatan umum seperti teknisi listrik. Pekerjaan yang benar-benar dilakukan menjadi dasar untuk menentukan unit kompetensi SKTTK yang relevan.

Tentukan Jenis Pekerjaan Distribusi Tenaga Listrik Sejak Awal

Kesalahan dalam menentukan bidang sertifikasi dapat terjadi ketika pemohon hanya melihat nama pekerjaan tanpa memeriksa ruang lingkupnya. Sebelum mengurus SKTTK distribusi tenaga listrik, beberapa hal berikut perlu dicocokkan:

manfaat skttk

1. Fungsi pekerjaan: Tentukan apakah tenaga teknik bekerja pada pembangunan dan pemasangan, operasi, pemeliharaan, pemeriksaan dan pengujian, atau konsultansi.

2. Jenis instalasi yang ditangani: Pastikan sertifikasi sesuai dengan instalasi distribusi yang menjadi ruang lingkup pekerjaan.

3. Posisi dan tanggung jawab: Jabatan serta tingkat tanggung jawab tenaga teknik perlu sesuai dengan kompetensi yang akan disertifikasi.

4. Kualifikasi yang dipersyaratkan: Periksa pendidikan, pengalaman, dan persyaratan kompetensi yang berlaku pada okupasi yang dipilih.

Dengan pemeriksaan tersebut, sertifikasi tidak berhenti pada kelengkapan dokumen, tetapi benar-benar sesuai dengan pekerjaan distribusi yang dijalankan.

Mengapa Kompetensi Distribusi Tenaga Listrik Perlu Dibuktikan?

Sertifikasi kompetensi berfungsi membuktikan bahwa tenaga teknik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan untuk pekerjaannya. Dalam kerangka ketenagalistrikan, tenaga teknik yang bekerja pada usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi yang sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi bidang ketenagalistrikan serta masih berlaku.

Penerapan SKTTK distribusi tenaga listrik juga digunakan sebagai acuan dalam penyusunan jenjang kualifikasi ketenagalistrikan, sertifikasi kompetensi, serta pendidikan atau pelatihan vokasi. Artinya, standar kompetensi menjadi dasar untuk memastikan kemampuan tenaga teknik sesuai dengan pekerjaan yang ditangani.

Baca juga: Apa Itu Uji Tertulis, Lisan, dan Praktek dalam Pengurusan SKTTK?

Persiapkan Dokumen Sesuai Kompetensi yang Dipilih

Setelah ruang lingkup pekerjaan jelas, tahap berikutnya adalah menyiapkan persyaratan sertifikasi. Dokumen yang dibutuhkan perlu mendukung identitas, latar belakang, pengalaman, dan kompetensi tenaga teknik.

Jangan sampai dokumen sudah lengkap secara administratif, tetapi bidang atau okupasi yang dipilih tidak sesuai dengan pekerjaan distribusi yang sebenarnya. Pemeriksaan sejak awal akan membantu mengurangi risiko ketidaksesuaian ketika proses sertifikasi berlangsung.

SKTTK untuk Tenaga Ahli Transmisi Tenaga Listrik

Untuk badan usaha, kebutuhan tenaga teknik bersertifikat juga berkaitan dengan penerapan standar kompetensi. PP Nomor 25 Tahun 2021 mewajibkan badan usaha dalam usaha penyediaan tenaga listrik dan usaha jasa penunjang tenaga listrik mempekerjakan tenaga teknik yang memenuhi standar kompetensi dan dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang masih berlaku.

Memastikan SKTTK Distribusi Tenaga Listrik Sesuai dengan Pekerjaan

Mengurus SKTTK distribusi tenaga listrik sebaiknya tidak dimulai dari mencari sertifikat yang paling mudah diperoleh.

Tentukan dulu pekerjaan yang akan dilakukan, kompetensi yang dibutuhkan, serta persyaratan tenaga tekniknya. Dengan pendekatan tersebut, sertifikat yang diperoleh lebih relevan dengan kebutuhan pekerjaan distribusi dan dapat digunakan sebagai bukti kompetensi sesuai bidang yang dijalankan.

Hindari salah langkah dalam menentukan okupasi dan kode kompetensi teknik perusahaan Anda.

Tim ahli kami siap membantu Anda memverifikasi kesesuaian dokumen, kualifikasi personel, hingga proses pengajuan sertifikasi ketenagalistrikan berjalan lancar tanpa kendala administratif. konsultasi dan pemetaan kompetensi yang tepat bagi perusahaan Anda.

FAQ

Berapa lama masa berlaku SKTTK?

Sertifikat kompetensi tenaga teknik memiliki masa berlaku 3 (tiga) tahun dan diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah satu SKTTK berlaku untuk semua pekerjaan distribusi?

Tidak selalu. Kompetensi disesuaikan dengan bidang, fungsi pekerjaan, okupasi, dan kualifikasi yang disertifikasi.

Apa yang perlu ditentukan sebelum mengurus SKTTK distribusi?

Tentukan pekerjaan distribusi yang dijalankan, jenis instalasi yang ditangani, posisi tenaga teknik, serta kompetensi yang sesuai dengan pekerjaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *